MRI ACT Evakuasi Korban Sejak Tiga Hari Hilang Saat Memetik Malinjo Di Desa Siguci

Soal Palu
Bagikan:

SOALKAKITA,  BATANG  JAWA TENGAH-  Duka cita menyelimuti keluarga almarhum Ibu Satirah (63), warga RT 01 RW 03 Dukuh Gerdu, Desa Siguci, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang yang dikabarkan hilang saat memetik daun melinjo muda sejak Minggu (17/11). Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 25 meter. Dibantu warga sekitar, tim SAR dengan peralatan lengkapnya berhasil mengevakuasi jenazah dari dalam sumur siang ini Selasa (19/11).

Berdasarkan laporan yang diterima sebelumnya, pada Minggu pagi, korban berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke kebun mencari daun melinjo muda yang akan dijual di pasar. Namun, hingga malam hari, korban belum juga pulang. Keluarga mengira korban menginap di tempat saudaranya yang masih satu kecamatan dengan rumahnya. Korban diduga terpeleset ke dalam sumur saat mencari daun melinjo muda, hingga ahirnya baru ditemukan tiga hari setelah dikabarkan hilang dan dalam keadaan meninggal dunia.

“Alhamdulillah, proses evakuasi korban berjalan dengan lancar. Sebelumnya sempat mengalami kendala, karena ada Batu besar dan sumur dibuat berkelok, sebelum aku turun teman-teman relawan sempat melakukan pengecekan apakah ada korban. Setelah dipastikan ada, kami melakukan Evakuasi korban dengan menggunakan tabung Oksigen dari BPBD,” ucap Baus Hendarto selaku relawan MRI-ACT Batang yang ikut dalam proses evakuasi.

Lanjut Baus Evakuasi dibutuhkan waktu sekitar satu jam karena korban sudah mulai membengkak dan diameter sumur hanya pas dengan badan.

Bapak Imam Nasocha, selaku Perangkat Desa Siguci, memberikan apresiasi kepada relawan MRI-ACT Batang, “Kami atas nama masyarakat Desa Siguci mengucapkan banyak terima kasih kepada semua tim relawan gabungan serta Tim MRI-ACT Batang yg telah membantu mengevakuasi jenazah almarhum Ibu Satirah dari sumur. Semoga amal ibadah para anggota tim dibalas dan diridhoi Allah SWT, aamiin.”pungkaanya.

BATANG  JAWA TENGAH

MRI-ACT

Reporter : KHAIRUL UMAR


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *