Desa Sausu Tambu Bangun Wisata Hutan Bakau Sebagai Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru Soal Desa Soal Parigi
Bagikan:

Reporter : Nur Fitri

SOALKAKITA, Parigi Moutong  – Pemerintah Desa Sausu Tambu membangun tempat Pariwisata yang menarik dan indah dalam sistem pengembangan ekonomi masyarakat.

Dengan memprioritaskan informasi dibidang Pariwisata dan Sarana Olahraga Pemerintah Desa (Pemdes) Sausu tambu mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Sausu Tambu yang saat ini menjabat sebagai ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sausu, Moh.Astil, saat ditemui di tempat wisata hutan Bakau (mangrove) mengatakan, dengan adanya parawisata saat ini yang dikembangkan oleh Desa akan menjadi desa yang mandiri sebagaimana desa-desa yang ada dipulau jawa.

“Harapan Pemdes adalah desa Sausu Tambu menjadi tempat pelatihan dari segala penjuru yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, terutamanya di Kecamatan Sausu,” ujar Astil.

Astil juga menambahkan, melalui GP Ansor yang menjadi harapannya adalah agar Tanjung Inspirasi Karosondaya mampu terpublikasikan dan terpromosikan.

Selain hutan mangrove yang saat ini menjadi tempat pariwisata dan dikunjungi oleh beberapa orang sebagai tempat wisata berlibur, Astil juga mengembangkan hutan eboni atau kayu hitam dan pembudidayaan kepiting bakau.

“Didaerah Sausu Tambu ini ada dua hutan yang dikembangkan dan dijaga kelestariannya, serta menjadi tempat berlindungnya eko system yang ada dilaut, dan mampu menangkal panasnya bumi,” jelas Astil.

Astil menerangkan, di tempat itu juga memiliki banyak potensi yang sangat indah, dan dibutuhkan pemeliharaan masyarakat agar dapat menjaga kebersihan dan memelihara eko system alam yang ada.

“Saya sangat berharap kepada seluruh sector yang ada, baik masyarakat saya yang menjaga keindahan alam disini, juga  para pengunjung dapat menjaga kebersihan dalam pemeliharaan Hutan mangrove. Dan yang perlu diketahui, bahwa demi membantu dari segi berfikir, turut serta membangun, dan menjadi pelopor masyarakat bahwa keindahan hutan mangrove ini dibangun dengan kurang lebih lima puluh persen menggunakan dana pribadi. Hal ini adalah kepedulian pemdes terhadap masyarakat yang ada di desa Sausu Tambu,” tutup Asril.


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *