Kementerian Kominfo RI Gelar Pelatihan Teknis ASN Wilayah 3T Di Manado

Berita Terbaru Soal Palu
Bagikan:

SOALKAKITA, PARIGI MOUTONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menggelar pelatihan Teknis Aparatur Sipil Negara (ASN) Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan Kehumasan di Provinsi Sulawesi Utara, bertempat di Tateli Beach Hotel Mercure Minahasa Manado dari tanggal 08 – 14 Desember 2019.

Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas TIK dan Kelas Kehumasan.

Dr Leviane Jackelin Hera Lotulung SSos MIKom merupakan Dosen Universitas Samratulangi (Unsrat) Manado saat memberikan materi Kuhumasan mengatakan, ASN di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) daerah harus berdaya saing dan mempunyai sumber daya manusia yang mampuni serta mampu mengembangkan komunikasi dan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dr Leviane juga mengungkapkan, Diskominfo dalam menyampaikan pesan pesan kepada masyarakat harus banyak menulis pesan kunci yang dapat menarik perhatian masyarakat.

Menurutnya, prorgam kebijakan Pemerintah harus terus dikawal dan seluruh informasi harus disampaikan secara luas kepada masyarakat.

“Kegiatan komunikasi sasarannya adalah tempat fasilitas publik dan perkantoran dan lain lain. Kegiatan Komunikasi yang dilakukan seperti kampanye, sosialisasi, ceramah agama, publikasi melalui Rilis berita dan lain sebagainya,”terangnya.

Dr Leviane menambahkan, pada prinsipnya program kegiatan yang dilakukan oleh Diskominfo di daerah, harus banyak memberikan sentuhan langsung kepada masyarakat melalui media Vidio, Audio Visual, Facebook, Twitter, WatsApp dan media media lain.

“Dalam menyampaikan informasi gunakan alat Komunikasi seperti News Release, News Conferences, Kolom Surat Kabar, Mass E-mail updates, Website, Blog, Prodcasts/webcasts, Web Sites, Blogs, Podcasts/Webcasts dan lain lain,”Ujarnya, Senin (9/12/19).

Kegiatan tersebut juga membahas tentang tumpang tindih kegiatan informasi khsusnya Pemberintaan yang dilakukan oleh Humas Sekretariat Daerah dan Dinas Komunikasi dan Informatika di Daerah, sehingga perlu kajian mendalam agar informasi hanya satu pintu saja.

Naskah : (Rislan / Diskominfo Kab. Parigi Moutong)


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *