Turun tangan Parigi Bagi-bagi Saraba Secara Gratis

Soal Sigi
Bagikan:

Reporter: Akbar Lehalima

SOALKAKITA, Parigi Moutong – komunitas Turun tangan Parigi,  Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, mengadakan gerakan aksi sosial membagikan minuman saraba secarah  gratis kepada masyrakat.

Ditemui SoalKakita.com, disela kesibukannya dilapangan Jumat, (10/4). Ketua turun Tangan Parigi Mohammad  Fadal  mengtatakan, kegiatan sosial itu merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya diwilayah Parigi Moutong.

“Ditengah bencana  covid-19 kami mengadakan aksi sosial bagi-bagi saraba secarah gratis untuk membantu mecegah penyebaran virus covid -19,” ujarnya.

Dilansir dari kabarSAURUS.com. Minuman berbahan dasar jahe secara gratis.(dikenal minuman ini dengan nama Saraba) ini, kata dia, diberikan kepada seluruh masyarakat melintasi wilayah LBH STIH-HAM, yang juga dijadikan sebagai posko kegiatan dari Kominutas Turun Tangan Parigi.

Selain it lanjut dia, aksi sosial itu juga sekaligu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19 bukanlah sebuah aib yang harus ditutupi atau harus mendiskriminasi penderitanya.

“Memang masyarakat saat ini khawatir dengan adanya penyebaran covid-19 ini. Melalui kegiatan sosial ini, kami (Komunitas Turun Tangan Parigi), ingin mengajak warga Parigi, agar tetap peduli dan bersama-sama melawan Covid-19,” terangnya.

Dia menuturkan, kegiatan tersebut dapat terlaksana, juga karena banyaknya masyarakat yang secara akfif dibelakang layar untuk membantu Komunitas Turun Tangan Parigi agar terus membuat saraba dan di bagikan secara geratis.

“Dengan cara berdonasi berupa bahan-bahan yang dibutuhkan dan ada juga yang memberikan dalam bentuk uang.”tuturnya.

Dia berharap, kegiatan itu dapat sedikit membantu mengembalikan psikis warga yang saat ini mungkin telah terkontaminasi jika Covid-19 merupakan hal yang tabuh.

“Kami juga berharap, semogah dengan  adanya kegiatan sosial ini, dapat sedikit membantu dalam mencegah penularan covid-19 terhadap masyrakat Kabupaten  Parigi Moutong,” tutupnya


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *