Lapas Parigi Berantas Buta Aksara Baca Al Qur’an

Berita Terbaru Soal Hukum Soal Indonesia Soal Parigi
Bagikan:

SOALKAKITA. Parigi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi menyelenggarakan pembinaan kepribadian, khususnya bidang kerohanian, yakni program belajar membaca Al-Qur’an. Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari mulai tanggal 7 – 10 September 2020 ini bekerja sama dengan Cinta Qur’an Foundation dan diikuti 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). 

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas III Parigi, Askari Utomo, menyambut baik program ini. Ia berharap program tersebut dapat berkelanjutan selaras dengan tujuan pemberantasan buta aksara dalam membaca Al-Qur’an. “Harapannya kegiatan membaca Al-Qur’an ini dapat menjadi pengisi waktu WBP agar dapat lebih mendekatkan diri pada Allah SWT,” harap Kalapas.

Lebih lanjut, Askari menjelaskan program ini dilaksanakan kepada WBP yang memenuhi kriteria, yakni yang tidak dapat membaca sama sekali, tertukar huruf, dan masih terbata-bata dalam membaca.

Program Indonesia Bisa Baca Qur’an (IBBQ) ini ditunjang Metode Tahrir yang memudahkan peserta dalam belajar baca Al-Qur’an dengan Super Cepat dan Super Hebat. Kemudahan ini ditunjang pula oleh penyampaian materi yang proaktif kepada WBP sehingga tak diragukan lagi proses ini menarik perhatian dan mempermudah dalam mempelajari setiap penjelasan walaupun hanya dilakukan secara dalam jaringan..

Adapun tanggapan dari WBP Lapas Parigi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dikomentari dengan positif. WBP yang mengikuti kegiatan ini berterima kasih karena dirasa sangat memberi jalan untuk memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an. “Dapat memanfaatkan waktu dalam menjalani masa pidana dengan senantiasa membaca Kalam Allah tersebut sebagai langkah introspeksi menjadi insan yang lebih baik lagi,” ujar salah satu peserta.

HUMAS Lapas Parigi


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *