‘Gara-gara’ Corona, Tagihan Listrik Pemda Parimo Gemuk

Soal Indonesia Soal Palu Soal Parigi Soal Sulteng
Bagikan:

Reporter: Akbar Lehalima

SOALKAKITA, Parigi Moutong-Gara-gara’ Corona virus desease 2019, cicilan tagihan rekening listrik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah menjadi pembengkakan Rp 6 miliar lebih.

Terkesan ada Pembiaran hutang daerah yang makin menumpuk kepada PLN Parigi, ‘Gara-gara’ adanya Corana virus Desease 2019. Sehingga pelunasan tagihan listrik masih menunggu ‘amplop perubahan anggaran daerah’.

Hal itu diungkap Menejer Unit Layanan Pengadaan (ULP), Hadiri, saat ditemui Soalkakita.com diruang kerjanya Rabu (30/9). Ia mengatakan, Gara-gara Corona yang menjadi pandemi membuat pemangkasan anggaran hampir Lima pulu lima persen pada APBD.

Sehingga, kata Hadiri, hal itu  membuat tungakan cicilan tagihan listrik Kabupaten Parigi Moutong mecapai Rp 6 miliar lebih.

“ Begini, saya sudah melakukan pendekatan dengan Pak sekda. Kita selalu melakukan rapat-rapat dan kita tahu bahwa anggaran Daerah sudah terpotong dengan adanya Pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, belum mengetahui pasti pembayaran tunggakan rekening listrik tersebut. Menurtnya, pemda bereana menganggarkan pembayaran itu pada APBD perubahan 2020.

“Jadi mungkin saya tidak tahu pertimbangan dari Pemda. Karena plat merah dan plat merah atau bagaimana, karena ada hal-hal yang lebih urgent dari pihak pemda,” terangnya.

Lanjutnya, pelunasan pembayaran tunggakan tagihan listrik tahun 2020, pihaknya masih berencana melakukan kordinasi dengan Pemda Parigi Moutong  

“ Untuk pembayaran peneragan jalan umum sampai saat ini belum ada, kalau perumahan OPD dan perkantoran secara bertahap ada,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sejak delapan bulan terakhir, Pemerintah Derah belum membayar tagihan listrik yang kisaran perbulanya mencapai Rp 800 Juta. Jumlah tersebut belum termasuk biaya Penerangan Jalan Umum (PJU).

Sementara itu berdasarkan informasi yang terhimpun media ini, Hutan PJU Pemda Parigi Moutong tahun 2019 sampai 2020 sekitar 11 miliyar.


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *