AMAN Sulteng Salurkan Bantuan Bagi Komunitas Adat di Parimo

Berita Terbaru Soal Parigi
Bagikan:

Reporter: Moh Fadal

SOALKAKITA, Parigi Moutong – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Tengah, mendapat mandat dari Pengurus Besar (PB) AMAN untuk menyalurkan bantuan berupa bibit tanaman jangka pendek dan jangka panjang bagi empat lokasi di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Hal itu disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Tengah, Asran Dg patompo, kepada Soalkakita.com kamis (29/10), via telepon seluler.

Ia mengatakan, gerakan kedaulatan pangan merupakan program dari Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (PB AMAN) untuk perwakilan AMAN Sulawesi Tengah.

“Untuk tahun 2020 ini, Aman Sulteng telah mendapatkan kepercayaan dari (PB Aman) pusat atas bantuan yang diberikan berupa rica jagung, bibit mangga dan alpokat. Nantinya penanaman itu akan menjadi percontohan pertama bagi komunitas adat Parimo,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, ada empat kelompok komunitas adat yang mendapatkan penyaluran bantuan tersebut yaitu, Komunitas adat Siniu, Silanga dan Marantale.

“Kegitan penanaman Merica dan Jagung ini merupakan taman jangka pendek Sedangkan Mangga dan Alpokat, merupakan tanaman jangka panjang yang membutuhkan perawatan khusus,” terangnya.

Lanjut Ia, dari empat kelompok tersebut. Komunitas adat Siniu diberikan Ricauntuk tanaman jagka pendek, sedangkan komunitas adat Silenga diberikan tanaman jangka pendek dan jangka panjag rica, jagung sama mangga. Marantale jangka panjangnya alpokat dan mangga manis.

Kegiatan yang dilakukan Aman Sulteng saat ini kata Asran Dg Patompo, merupakan bentuk dukungan bagi pemerintah dalam upaya menagani percepatan pertumbuhan ekonomi. Apalagi dampak dari pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat sangat terbatas.

Ia menambahkan, bibit yang sudah siap ditanam sementara masi dalam pembersihan lokasi yang disediakan beberapa komunitas Adat Parimo. luas lokasi penanaman untuk komunitas adat Siniu empat hektar, Silanga dua hektar setengah dan marantale seluas tiga hektar setengah.


Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *