Kadis Pariwisata Parimo “Gagal Paham” Kerja Wartawan

oleh -25 views

Reporter: Akbar Lehalima

SOALKAKITA, Parigi Moutong – Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata, Zulfinachri Achmad , Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, ternyata gagal paham saat di wawancarai soal program pembagunan pariwisata tahun 2020.

Program yang ditaksir mencapai miliaran rupiah tersebut merupakan, panggung kesenian , Lanskap,dan dua menara pandang yang berada di wilayah kecamatan Tinombo Selatan dan salunpengut.

Awalnya dalam sesi wawancara, kadis tersebut terlihat santai menanggapi pertanyaan yang dilontarkan dari SOALKAKITA.com dan KabarSAURUSonline.com,

Anehnya, ditanya soal berapa anggaran yang dihabiskan untuk program tersebut, Ia mulai terlihat ‘gelisa’ dan terkesan tidak maumenjawab.

Kepala Dinas Pariwisata Zulfinachri Achmad S.STP, M.Si, saat ditemui  diruang tunggu Kamis (19/11). menjelaskan, yang harus dipahami wawancara dengan mengintrogasi itu beda.

“Ini wawancara untuk apa, untuk dipublikasi,” ujranya.

Ia mengungkap, kalau bertanya sesuatu untuk menghasilkan sebuah berita harus dengan baik.

“Jagan menayangkan sesuatu untuk mendapatkan informasi tetapi seakan kalian mengintrogasi, saya,” jelasnya.

Bahkan Ia  mencontoh, cara bagaimana untuk wawancara kepada salah satu pegawai yang bekerja di Dinas tersebut, dengan nada yang lebih satun. 

“Bapak Andi Salam, selama ini bapak bekerja di Dinas Pora ini kira-kira menurut bapak apa manfaat dibaun goft. Nah, begitu pertanyaan diwawancarai,” terangnya.

Dengan nada yang sedikit kesal, Zulkifinachri Menjelaskan. Bedakan pertanyaan yang sifatnya introgasi dengan wawancara ‘kalau saya tidak menjawab kan tidak masalah juga bagi saya.

Tidak hanya mencontohkan, Zulfinachri mengkaku. Dirinya perna menjabat sebagai wartawan, dan membagi pengalamannya saat menjalani profesi sebagai kulit tinta, sama seperti tim media ini yang sebentara menulis dirinya.

 Lanjut Ia, Jagan mencari sesuatu yang tidak perlu sehingga energi yang keluar karena sesuatu yang tidak dibutuhka

Bahkan Kadis Pariwisata Terkesan Menyalahkan Salasatu wartawan Gendjarot

Ia menjelaskan, Jagan menulis seakan kalian sudah memfonis pelaku tanpa putusan pengadilan.

“Kalau wartawan Gendjarot kata pembuka itu begini, Aroma Busuk Tercium Dari Dinas ini, bahkan Ia juga mengulang, Aroma busuk, Bau Tak segar, dan Korupsi. Didalam kode etik jurnalistik itu, harus berimbang,”ungkapnya.

Pembangunan Tempat Pariwisata di Desa Katulistiwa Jadi Tempat Persinggahan Kepiting Bakau

Pasalnya, Pembagunan tersebut dikelola oleh Dinas Pariwisata itu sendiri, yang menghabiskan kisaran ratusan juta rupiah. Sampai saat ini belum menghasilkan PAD. sehingga terkesan  menjadi tempat hunian kepiting bakau. 

Zulfinachri Achmad, mengungkapkan untuk perawatan tempat pariwisata, seperti kazebo,dan pondok-pondok yang di kelolanya, sampai sekarang ini belum ada pemasukan.

Tinggalkan Balasan