memberitakan dan mengabarkan
Berita  

Produk Lokal Parigi Moutong Unggul Kualitas, Kemasan Jadi Tantangan Utama Tembus Ritel Modern

PARIGI MOUTONG – Produk-produk lokal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Parigi Moutong telah menunjukkan kualitas yang membanggakan dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. Namun, tantangan utama masih terletak pada aspek pengemasan untuk dapat menembus pasar ritel modern.

Menurut Sulastri, jika berbicara dari sisi rasa dan kualitas olahan, produk-produk lokal Parigi Moutong sebenarnya sudah sangat layak bersaing. “Bahkan, untuk beberapa jenis produk seperti bawang goreng, pisang sale, dan gula semut, kualitas kita justru lebih unggul dibanding produk dari luar,” ungkapnya dengan optimis.

Tantangan Kemasan dan Syarat Ritel Modern

Meski demikian, harus diakui bahwa kelemahan utama UMKM Parigi Moutong saat ini masih berada pada aspek pengemasan, baik dari sisi desain maupun jenis kemasannya. Untuk bisa masuk ke pasar ritel modern seperti Alfamidi, BNS, dan Indomaret, syarat utamanya adalah produk harus memiliki label halal dan kemasan yang standar.

Menyikapi tantangan ini, Dinas Koperasi dan UKM telah mengambil langkah konkret melalui program yang dinamakan “Berapat Bersama Retail”. Tujuan dari program ini adalah membangun kerja sama dan komunikasi yang erat dengan pihak retail.

“Meskipun saat ini belum sampai ke tahap MoU resmi, tetapi komunikasi dan kerja sama sudah mulai dijalin,” jelas narasumber. Harapannya, ke depan akan ada Memorandum of Understanding (MoU) yang memastikan produk-produk UMKM lokal dapat masuk ke Alfamidi, Indomaret, maupun BNS secara berkelanjutan. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memfasilitasi akses pasar yang lebih luas bagi UMKM, sehingga produk lokal dapat “naik kelas” dan memberikan kontribusi lebih besar bagi ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan