Categories: Berita

Cegah Paham Radikal, Tim Da’i Polri Satgas Madago Raya Gelar Binluh di SMP Negeri 6 Poso

Poso – Tim Da’i Polri Polres Poso melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) kepada para pelajar SMP Negeri 6 Poso, pada Selasa (2/4/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk menangkal masuknya pemahaman radikal di tingkat pelajar.

Kegiatan Binluh ini dipimpin oleh Ipda Ilham Sriwan didampingi oleh dua personel Da’i Kamtibmas Polres Poso.

Dalam materinya, Ipda Ilham Sriwan menyampaikan tentang bahaya paham radikal, intoleran dan anti pancasila yang dapat merusak generasi muda.

“Paham radikal, intoleran dan anti pancasila dapat merusak generasi muda dan mengancam keutuhan NKRI,” kata Ilham.

Ilham menjelaskan bahwa ciri-ciri orang yang terpapar paham radikalisme antara lain mudah marah, mudah menyalahkan orang lain, dan tidak toleran terhadap perbedaan.

“Oleh karena itu, para pelajar harus dibentengi dengan pemahaman agama yang benar dan wawasan kebangsaan yang kuat,” ucapnya.

Ilham juga mengajak para pelajar untuk selalu patuh dan taat kepada orang tua serta mentaati guru agar ilmu yang diberikan menjadi berkah, sebutnya.

Selain itu, Ipda Ilham mengimbau kepada para pelajar untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax) yang dapat memecah belah bangsa.

Terpisah, Kasubsatgas Humas Operasi Madago Raya AKP Basirun Laele menambahkan, bahwa kegiatan Binluh ini merupakan salah satu upaya Polri dalam mencegah masuknya paham radikalisme di kalangan pelajar.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang bahaya paham radikalisme dan terorisme,” kata Basirun.

Basirun juga mengimbau kepada para pelajar untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Para pelajar harus menjadi agen perdamaian dan penjaga toleransi di lingkungannya,” imbuhnya.

Kegiatan Binluh ini disambut baik oleh para pelajar SMP Negeri 6 Poso. Salah seorang pelajar yang nama minta tidak dicantumkan mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuannya tentang bahaya paham radikalisme.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan kami tentang bahaya paham radikalisme,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa dia akan selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong.

“Saya akan selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong,” pungkasnya.

SOALKAKITA

Recent Posts

PEMKAB PARIGI MOUTONG PERLUAS PERLINDUNGAN SOSIAL, BUPATI TANDATANGANI KERJA SAMA DENGAN BPJS KETENAGAKERJAAN

Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas perlindungan sosial bagi…

2 jam ago

Bupati Parigi Moutong Targetkan Desa Lobu Mandiri Jadi Role Model Ketahanan Pangan Nasional

PARIGI MOUTONG – Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terus mematangkan langkah dalam memperkuat sektor…

2 jam ago

Dukung Asta Cita, Kejati Sulteng dan Pemda Parimo Garap 5 Hektare Lahan Jagung di Desa Lobu

PARIGI MOUTONG – Sinergi antara penegak hukum dan pemerintah daerah di Sulawesi Tengah semakin solid…

2 jam ago

Sekda Parigi Moutong Paparkan Potensi Pariwisata dan Komoditas Unggulan di Hadapan Pelaku Industri Pariwisata Nasional

Jakarta – Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, mempresentasikan potensi pariwisata dan kekuatan ekonomi daerah…

1 hari ago

Kemenpar dan Pemprov Sulawesi Tengah Perkuat Konektivitas Pariwisata melalui Charter Direct Flight Internasional dan Domestik

Jakarta – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Kementerian Pariwisata RI terus memperkuat kolaborasi strategis dalam…

1 hari ago

Pemda Parigi Moutong Dukung Perencanaan Program Blue Coast dalam FGD Indonesia Blue Economy

PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menggelar Forum Group…

1 hari ago