Kematian Ibu dan Bayi di Puskesmas Parigi, Mencapai Sembilan Kasus

Reporter: Akbar Lehalima

SOALKAKITA, Parigi Moutong– Dua tahun terakhir, kematian ibu dan bayi di Puskesmas Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah, mencapai Sembilan kasus.

Kepala Puskesmas (Kampus) Parigi Yunita Tagunu, saat ditemui Soalkakita.com di ruang kerjanya Kamis (3/12).

Ia menjelaskan, dari tahun 2019 kematian Ibu mencapai empat kasus, Bayi dua kasus. Hingga 2020 Kematian Ibu terdapat satu kasus dan Anak satu kasus.

“Kematian ibu dan bayi ini tentunya ada aspek kesehatan dan non kesehatan, apalagi kematian ibu hampir rata- rata  hamil dengan usia yang sudah rentan,”ujarnya

Usia yang sudah beresiko, katanya, rawan terhadap kesehatan tubuh. Sehingga, lanjutnya, boleh dikata hamil di usia tua sangat mengancam kematian.

Yunita menuturkan, untuk kasus kematian bayi. Tahun 2019 sampai 2020, akibat lahir dengan berat badan yang  rendah.

“Salah satunya masalah non kesehatan bagi ibu hamil yakni, kurangnya asupan gizi  dan tidak memperhatikan pola hidup makan yang sehat semasa hamil , ” terangnya.

Lanjut Ia, kematian ibu dan bayi tentunya mempengaruhi angka penurunan stunting. Sehingga masalah kesehatan bagi ibu hamil harus direncanakan dengan baik.

“Apalagi masalah penurunan angka stunting perlu memberikan edukasi kepada usia-usia remaja terkait masalah kesehatan maupun bagaimana menjaga pola hidup sehat dan asupan gizi yang baik, sehingga. Remaja yang sehat akan menjadi ibu-ibu hamil sehat, begitu pula ibu-ibu yang hamil sehat, mendapatkan bayi-bayi juga sehat,” tuturnya.

Ia menambahkan, perlu ada kerja sama antara bidan Desa maupun Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (DP3AP2KB). Sehingga Bisa memberikan edukasi terkait kehamilan yang baik buat ibu-ibu hamil.

Yunita menghimbau , bagi ibu-ibu hamil. Harus rutin datang memeriksa kesehatan ke posyandu terdekat agar mendapatkan edukasi terkait kesehatan bagi kehamilan dan bagaimana mencegahan kematian bayi lahir dengan berat badan yang rendah,” pungkasnya.

SOALKAKITA

Recent Posts

Hadapi Kemarau Ekstrem 2026, Bupati Erwin Burase Jemput Bola ke Kementan Amankan Lumbung Pangan Parigi Moutong

​JAKARTA - Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menunjukkan gerak cepat dalam melindungi sektor pertanian…

3 hari ago

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata

Parigi Moutong – Upaya menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban masyarakat kembali dibuktikan jajaran Polres…

3 hari ago

Bupati Parigi Moutong Hadiri Semifinal Piala Gubernur Sulteng, Wujud Dukungan Pemda untuk Berlian Tomoli

Palu - Sabtu, (18/04/2026) Laga semifinal Piala Gubernur Sulawesi Tengah mempertemukan Persigi dengan Berlian Tomoli…

6 hari ago

Bupati Parigi Moutong Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948, Tegaskan Dukungan bagi Kerukunan dan Kegiatan Keagamaan

Parigi Moutong - Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom, menghadiri kegiatan Dharma Santi Hari…

1 minggu ago

Durian Volcano Resmi Diekspor ke Tiongkok, Bupati Erwin Burase Siap Jadikan Parigi Moutong Tulang Punggung Produksi.

​PALU - Komoditas unggulan Sulawesi Tengah kembali menembus pasar internasional. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid,…

1 minggu ago

Menuju Kota Ramah Anak Parigi Moutong Targetkan Lompatan dari Pratama ke Madya

PARIGI MOUTONG - Sebuah langkah strategis untuk masa depan generasi bangsa diambil oleh Pemerintah Kabupaten…

1 minggu ago