PALU – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, ST, MM, IPU, menegaskan pentingnya penguatan ketahanan sektor pertanian dan perkebunan dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui implementasi proyek Innovative Climate Risk Financing for the Agricultural Sector in the ASEAN Region (AgriCRF).
Hal tersebut disampaikan saat membuka Lokakarya Berbagi Pengalaman Proyek AgriCRF di Palu, Selasa (3/6/26). Menurutnya, AgriCRF merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pertanian yang lebih tangguh, adaptif, inklusif, dan berkelanjutan melalui penguatan pembiayaan risiko iklim bagi petani.
Muhammad Neng menjelaskan bahwa implementasi AgriCRF di Sulawesi Tengah difokuskan pada penguatan rantai pasok kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Saat ini, Sulawesi Tengah merupakan salah satu sentra kakao terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 125 ribu ton per tahun atau lebih dari 20 persen produksi kakao nasional. Luas areal perkebunan kakao di daerah ini juga mencapai sekitar 267 ribu hektare yang menjadi sumber penghidupan bagi ratusan ribu petani.
Namun demikian, sektor kakao menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim, mulai dari perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga cuaca ekstrem yang berdampak pada produktivitas dan kualitas hasil perkebunan. Di sisi lain, akses petani terhadap pembiayaan formal dan instrumen perlindungan risiko masih relatif terbatas.
Melalui proyek AgriCRF, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan ketahanan petani, antara lain melalui pengembangan agroforestri kakao, rehabilitasi kebun, penguatan kelembagaan kelompok tani, pencatatan keuangan usaha tani, hingga pemanfaatan asuransi parametrik cuaca. Program ini juga mendorong penerapan praktik pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture) yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat adaptasi terhadap perubahan iklim.
Muhammad Neng menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian dan perkebunan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga memerlukan dukungan pembiayaan berkelanjutan, perlindungan risiko, serta peningkatan kapasitas petani. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi, mitra pembangunan, dan petani menjadi kunci utama dalam membangun sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, berkomitmen mendukung pembangunan sektor perkebunan dan peternakan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan sejalan dengan program BERANI Makmur. Melalui sinergi berbagai pihak, penguatan ketahanan sektor pertanian dan perkebunan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi kakao sebagai komoditas unggulan daerah.
JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) membawa angin segar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan…
PARIGI MOUTONG — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-16 Tingkat Kecamatan Taopa Tahun 2026 resmi ditutup…
Parigi Moutong — Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran…
Parigi Moutong - Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid…
PARIGI MOUTONG, 28 AGUSTUS 2026 – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi mengakselerasi proses pengamanan hukum…
Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong resmi membuka gelaran Festival Air Terjun Mambuku yang…