Categories: Berita

Pakar Filsafat: KBC memperkokoh komitmen Indonesia Emas

Palu – Pakar Filsafat Agama sekaligus Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir mengemukakan bahwa, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi fondasi yang memperkokoh komitmen pembangunan generasi muda, untuk pencapaian Indonesia Emas 2045.

“Karena itu, kurikulum cinta hadir bukan untuk mengubah kurikulum yang telah ada, melainkan memperkokoh komitmen membangun generasi emas,” ucap Lukman Thahir, di Palu, Senin, sekaitan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.

Kurikulum Berbasis Cinta merupakan satu terobosan Kementerian Agama yang digagas oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Kurikulum ini menjadi pendekatan pendidikan yang menitikberatkan pada titik temu antarumat manusia, bukan perbedaan.

Profesor Lukman Thahir menilai, kurikulum berbasis cinta merupakan satu kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran pada tingkat satuan pendidikan, utamanya satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Hal ini untuk memperkuat dimensi afeksi dalam penyelenggaraan pendidikan, dengan tujuan membentuk karakter dan moral generasi muda yang cinta kepada Tuhan Yang Emas, cinta kepada sesama manusia, cinta lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara.

“Dengan demikian, kurikulum ini menjadi satu solusi atas dinamika dan tantangan maraknya kekerasan, intoleransi serta radikalisme yang menjadi ancaman terhadap negara,” ujar Profesor Lukman.

Ia menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak bisa dibangun hanya dengan infrastruktur, melainkan juga lewat peradaban yang rukun dan inklusif. Oleh karena itu, pendidikan sebagai pintu masuk pembangunan peradaban manusia, berkepentingan menerapkan kurikulum berbasis cinta sejak dini di semua satuan pendidikan.

Profesor Lukman menegaskan, Indonesia yang saat ini akan memasuki usia 80 tahun sejak merdeka tahun 1945, diperhadapkan dengan sejumlah tantangan dan kegelisahan terhadap krisis kemanusiaan yang terus berulang.

“Maka sudah saatnya generasi muda harus disiapkan sejak dini, dengan memperkokoh cinta kepada Tuhan, cinta sesama manusia, lingkungan, dan bangsa, di tengah kemajemukan agama, suku dan bahasa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, UIN Datokarama berkomitmen untuk membangun menyukseskan implementasi kurikulum berbasis cinta dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada guru – guru satuan pendidikan di wilayah Sulteng.*

Sumber: Humas UIN Datokarama

SOALKAKITA

Recent Posts

Wakil Bupati Parigi Moutong Pimpin Delegasi Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Sistem Peta Pajak dan Pertanahan di Tangerang Selatan

Tanggerang Selatan – Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, bersama Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan…

6 jam ago

Buka MTQ ke-21 Kecamatan Moutong, Bupati Parimo Erwin Burase Dorong Terciptanya Generasi Qurani Berkarakter

PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran…

10 jam ago

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Banjir Kasimbar dan Dorong Penanganan Permanen

​PARIGI MOUTONG - Bentuk nyata kepedulian dan kedermawanan hadir bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan…

1 hari ago

Bupati Erwin Burase Pimpin Apel Siaga, Perkuat Kesiapan Hadapi Karhutla dan Kekeringan

PARIGI MOUTONG – Kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kabupaten…

2 hari ago

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Bupati H. Erwin Burase Tegaskan Kegiatan Keagamaan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat.

​PARIGI MOUTONG - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M yang diselenggarakan…

3 hari ago

Wabup Abdul Sahid Dorong Penguatan Pendidikan Karakter dan Kenyamanan Lingkungan Sekolah

PARIGI MOUTONG - Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, melakukan kunjungan ke SMP Negeri…

3 hari ago