SMK Negeri 1 Toribul Terapkan Sistem Pembelajaran Tatap Muka

Reporte: Akbar Lehalima

SOALKAKITA, Parigi Moutong- Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Toribulu Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, melakukan proses pembelajaran tatap muka dengan memperketat protokol kesehatan.

Hal itu diungkap Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Toribulu Siti Nursiah, kepada SOALKAKITA.com Selasa (27/10).Ia mengatakan, pemberlakukan sistem pembelajaran tatap muka dimasa pandemi Covid-19 merjuk pada Surat Edaran (SE) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah

“Sebelumnya dari pihak sekolah sudah mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa maupun dari pihak komite untuk meminta persetujuan terkait sistem pembelajaran tatap muka dimasa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 membuat proses belajar mengajar mengalami perubahan. Jika Sebelumnya kata Ia, jadwal pembelajaran itu mulai 06:30 sampai dengan 12:00, sekarang jadwal pembelajaran dimulai 7.30. sampai 11.30. Sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Setiap pagi, siswa yang datang ke sekolah wajib dikontrol oleh wali kelas, apa bila tidak mengikuti protokol kesehatan, akan dikenakan sanksi,” ujarnya.

Senada dengan pimpinanya, Ketua Gusus Tugas SMK Negeri 1 Toribulu, Moh Fahri Hiola menjelaskan, kegiatan pembelajaran tatap muka harus sesuai standar protokol kesehatan, untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 yang rawan terhadap siswa.

” Sebelum sekolah ini diaktifkan sudah ada peninjuan dari Dinas Provinsi Sulawesi Tengah terkait data sekolah yang layak untuk dilakukan pembelajaran tatap muka, sehingga sekolah kami telah mendapatkan izin untuk melakukan pembelajar tatap muka,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk kelas XI dan XII bisa melakukan pembelajaran melalui daring maupun luring. Karena, SMK Negeri 1 Toribulu telah mendapatkan bantuan pulsa internet gratis dari pemerintah pusat yang bekerjasama dengan pihak Telkomsel.

” Khusus kelas tiga, harus diperketat mata pelajaran dengan tugas- tuga agar siswa lebih mengerti dan memahami terkait tugas yang diberikan lewat daring, mengingat mereka kelas ujian. Makanya, ada juga kelas luring, maksudnya agar siswa yg belum paham betul dengan pembelajaran saat daring, dapat bertanya dan memperjelas pada saat luring. Hal ini juga berlaku bagi siswa yang program gerakan kembali bersekolah yang notabene berdomisili di tempat yang msih sulit akses jaringan karena kondisi geografis daerah berbeda-beda, ” pungkasnya.

SOALKAKITA

Recent Posts

Pengukuhan Pengurus Komisi Daerah Lanjut Usia (Lansia) Kabupaten Parigi Moutong periode 2026 – 2029.

Parigi Moutong - Mewakili Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, Wakil Bupati Parigi Moutong H.…

1 hari ago

Kawal Agenda Pembangunan 2026, DPRD Parigi Moutong Serahkan Laporan Reses Masa Persidangan I

PARIGI MOUTONG – Agenda pembangunan Kabupaten Parigi Moutong tahun 2026 resmi diperkuat dengan penyerahan Laporan…

1 hari ago

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Parigi Moutong Dengan Agenda Laporan Reses Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026.

Parigi Moutong - Mewakili Bupati Parigi Moutong, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah…

1 hari ago

Pemkab Parigi Moutong Komitmen Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat dalam Laporan Reses DPRD 2026

PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong menegaskan komitmennya untuk menanggapi secara serius setiap…

2 hari ago

Sinergi Polda Sulteng dan PWI : Jaga Stabilitas Melalui Pemberitaan Berimbang

PALU — Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Endi Sutendi, menerima kunjungan silaturahmi…

6 hari ago

Kadis Koperasi Parigi Moutong Buka Musda Dekopinda, Dorong Digitalisasi dan Regenerasi Koperasi

PARIGI MOUTONG – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong secara resmi membuka kegiatan Musyawarah…

6 hari ago