memberitakan dan mengabarkan

DPUPRP Parimo Kucurkan 28 Miliar Untuk Sembilan Paket Reguler

Reporter: Moh Fadal

SOALAKAKITA, Parigi Moutong – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah, alokasi anggaran 28 miliar untuk sembilan paket pekerjaan reguler tahun 2020.

Hal itu diungkap, Kepala Bidang Binamarga DPUPR Parigi Moutong (Parimo) I Wayan Mudana, kepada soalkakita.com Kamis (04/11). Ia mengatakan, pekerjaan reguler tahun ini ada sembilan paket pekerjaan jalan dan rata-rata progres fisiknya kisaran 60 sampai 75 persen.

” Untuk pekerjaan peningkatan ruasa jalan ada sembilan titik, Tolai Balinggi, Balinggi Sausu,Kasimbar Ogoteng, Silampayang, Silabia, Sinei ,Mensung Tinombala ongka dan Taopa.” Ujarnya.

Ia juga menjelaskan, adapun anggaran yang ginukan untuk pekerjaan tersebut berasal dari dana DAK sebesar Rp 28 milyar, yang di alokasikan untuk program penagangan infrastruktur

“Sedangkan Program reguler lainnya. Kami juga prioritaskan untuk pembangunan jembatan penghubung antara Desa olobaru dan Desa Lemusa,” terangnya.

Lanjut Ia, pembagunan jembatan penghubung antara Desa Olobaru dan lemusa masih dalam tahap pekerjaan girder yang baru 50 persen, sehingga jembatan tersebut belum bisa di pastikan selesai tahun 2020 ini.

“Pekerjaan jembatan tersebut bukan dari dana DAK, tetapi menggunakan dana hibah itu sekitar 4 miliar lebih. Itupun masih kurang, karena pasaca bencana bajir kemarin abutmen jembatan itu roboh. Jadi otomatis dana yang awal yang di gunakan untuk perbaikan abutmen , sehingga membutuhkan penambahan anggaran, ” tuturnya

Wayan Mudana menambahkan, pengusulan pekerjaan emat jembatan di wilayah Eks Parigi, pihaknya melakukan negosiasi dengan BNPB. Namun, dari Empat jembatan mendapatkan persetujuan yaitu Parigi Empuu, Air Panas dan Gangga .

“Hanya satu yang tidak di setujui itu cuma kayuboko, karena penanganannya sangat kecil dan ringan menurut hitungannya BNPB. Kalau yang berat seperti tiga jembatan ini mereka bersedia mendanai karena, tiga jembatan ini. Betul-betul merupakan akses utama yang menghubungkan dari dusun ke desa. Bahkan ada yg menghubungkan dua Desa sehingga memang menjadi prioritas untuk dilakukan penanganan.” Tutupnya

Tinggalkan Balasan