Categories: BeritaBerita Terbaru

Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Dibuka Oleh Wabup Morowali Utara

Morowali Utara – Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K. S.Pd, M.Pd membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Morowali Utara bertempat di Ruang Pola pada Rabu (01/11/2023).

Berdasarkan prediksi BMKG, fenomena El Nino atau pemanasan suhu akibat musim kemarau di Provinsi Sulawesi Tengah masih akan berlanjut hingga bulan Februari-Maret tahun 2024 mendatang.

Hal ini memberikan beberapa dampak yang signifikan di Sulawesi Tengah seperti kekeringan, kekurangan air bersih, gagal panen, bahkan kebakaran hutan dan lahan.

Secara khusus bagi Petani atau Pekebun di Kabupaten Morowali Utara yang membuka lahan dengan cara membakar, maka akan menimbulkan potensi kebakaran lahan secara luas bahkan sampai berdampak pada kebakaran hutan.

Hal ini tentu saja memberikan efek buruk bagi lingkungan bahkan masyarakat, apalagi beberapa waktu lalu telah terjadi 12 kasus kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah seperti di Mori Atas, Mori Utara, Lembo, Lembo Raya dan yang terbaru di Desa Tompira.

Menanggapi hal tersebut, Pemda Morut telah menerbitkan 2 Surat Keputusan Bupati pada tanggal 16 Oktober 2023 lalu yakni SK Bupati tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Mori Atas, Mori Utara, Lembo dan Lembo Raya.

Serta SK Bupati tentang Pembentukan Satuan Petugas (Satgas) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kecamatan Mori Atas, Mori Utara, Lembo dan Lembo Raya.

Membuka Rakor, Wabup Djira menyampaikan bahwa beberapa kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Morowali Utara bukan hanya dipengaruhi oleh fenomena El Nino melainkan ada faktor kelalaian dari manusia dalam membuka lahan dengan cara membakar.

Oleh karena itu beliau berharap dengan diterbitkannya 2 SK Bupati tersebut, kasus kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi karena sangat berakibat buruk bukan hanya bagi lingkungan melainkan juga bagi masyarakat.

“Kebakaran hutan dan lahan ini sangat berdampak buruk bagi lingkungan, sosial maupun ekonomi masyarakat”, ujarnya.

Wabup menghimbau kepada tim Satgas yang telah dibentuk agar dapat bergerak cepat agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Beliau ingin tindakan pencegahan menjadi fokus utama bagi tim Satgas dalam bekerja.

“Memberikan himbauan dan pemahaman kepada masyarakat dapat menjadi langkah penting dalam tindakan pencegahan. Oleh karena itu, kami minta Tim Satgas dapat bekerja dengan kompak dan bahu membahu agar bencana ini tidak terulang lagi”, ucapnya memberi arahan.

Rakor ini dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diikuti oleh Tim Satgas yang terdiri dari personil TNI, Polri, BPBD, Satpol-PP, Damkar dan juga para Camat/Kepala Desa yang ada di Kecamatan Mori Atas, Mori Utara, Lembo dan Lembo Raya.

Dalam diskusi tersebut Kalak BPBD mengatakan bahwa kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa waktu lalu masih dalam skala kecil namun memiliki potensi berbahaya. Oleh karena itu melakukan pencegahan adalah fokus utama yang harus dilaksanakan.

Sementara itu, Kasat Pol-PP Morut Buharman Lambuli S.Sos lebih menekankan kepada sanksi hukum yang akan diterima oleh masyarakat yang dengan sengaja maupun tidak sehingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Oleh karena itu penting disampaikan kepada masyarakat atas konsekuensi hukum yang akan diterima agar tidak ada lagi petani atau pekebun yang membuka lahan dengan cara membakar.

Sedangkan Camat Lembo Raya dan Sekcam Mori Utara meminta agar dibuatkan papan peringatan atau Baliho yang dipasang di sejumlah titik agar petani/pekebun tidak melakukan pembakaran lahan.

Sosialisasi dan himbauan yang di bagikan di Sosial Media juga penting dilakukan agar informasi dan edukasi dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas.

Nampak hadir mandampingi Wabup yakni Kapolres Morut yang diwakili oleh Kasat Samapta AKP A. Rapar, Dandim yang diwakili oleh Kasie Intel Kodim Morowali/Morowali Utara Kapt. Inf. Latara, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Krispen H Masu, S.STP., M.Si, Kepala Pelaksana BPBD Morut Delfia Parenta, ST serta seluruh unsur yang masuk dalam Satgas Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan. (RD/AW/IL)

Media Kominfo Morut

SOALKAKITA

Recent Posts

Satlantas Parigi Moutong Turun ke Mepanga, Layanan SIM Dipercepat Kasatlantas : Tidak Ada Ruang untuk Pungli

Parigi Moutong — Satuan Lalu Lintas Polres Parigi Moutong terus mempertegas komitmennya dalam reformasi pelayanan…

3 hari ago

RESMIKAN PACKING HOUSE DURIAN, LANGKAH STRATEGIS PEMDA PARIGI MOUTONG TEMBUS PASAR EKSPOR GLOBAL

Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan sektor pertanian…

3 hari ago

Perkuat Sinergi, Pemkab Parigi Moutong Gelar Pra Musrenbang Stunting Tahun 2026.

Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang)…

3 hari ago

Nur Fitri Desak Kejati Sulteng Percepat Penanganan Dugaan Fee Proyek dan Tambang Ilegal di Parigi Moutong

Parigi Moutong – Penanganan dugaan kasus fee proyek dan aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Parigi…

3 hari ago

Dugaan Fee Proyek dan Tambang Ilegal di Parigi Moutong Masih Dalam Penyelidikan

Parigi Moutong – Dugaan kasus fee proyek dan pungutan tambang ilegal di Kabupaten Parigi Moutong…

4 hari ago

Rumah Hukum Tadulako Siap Bongkar Dugaan Penyimpangan APBD 2025 Parigi Moutong :  Kami Sudah Pegang Datanya

Parigi Moutong – Rumah Hukum Tadulako menyatakan akan segera melaporkan sejumlah temuan penting dalam Laporan…

4 hari ago