Titip Garam Untuk Calon Kepala Daerah Sulteng 2020

SOALKAKITA, Palu  – Sekira pukul 16.00 WITA langit masih membiru, matahari masih meninggi, hembusan angin begitu akrab menemani di pinggiran pantai Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Burhan (52) sedang santai di pondok mungilnya, ia rehat sejenak dari pekerjaan yang cukup melelahkan, sambil menikmati rokok yang terselip dijarinya, dengan nada lembut ia berujar bahwa pagi hingga petang selalu di penggaraman talise.

Burhan merupakan masyarakat asli Talise, namun semenjak rumahnya dilululantahkan oleh gempa yang disertai tsunami, ia kini tinggal bersama istri dan anaknya di Hunian Sementara yang bertempat di Kelurahan layana, “rumah habis dengan tsunami, tidak ada lagi yang tersisa, sehingga saya, istri dan anak menempati huntara di layana,”

Pekerjaan satu-satunya Burhan hanyalah petani garam, setiap hari ia bekerja di pematang garam, ia mengungkapkan dalam seminggu bisa menghasilkan 10 sampai 12 karung garam, tetapi, tergantung daripada cuaca, jika mendung lebih, maka hasil yang didapat hanya sedikit.

Garam yang diproduksi umumnya oleh petani garam ada tiga tipe, pertama garam yang dikonsumsi Rp 100.000 perkarung, garam ikan Rp 40.000 perkarung, dan pupuk garam Rb 35.000

Ia menuturkan, kondisi petani garam saat ini begitu sulit akibat harga garam yang turun drastis, pasalnya, harga garam dari Rp 100.000 perkarung menjadi Rp 35.000  perkarung, hal ini di disebabkan hujan yang hampir setiap hari menyapa petani garam, dibalik itu, kesulitan bagi petani garam untuk menutupi kebutuhan dirumah.

“Harga garam sekarang ada yang Rp 35.000 ada juga Rp 40.000 perkarung, tapi itu sudah turun sekali, sebelum hujan, sejak dua bulan lalu harga garam masih Rp 150.000, sempat turun Rp 75.000  kemudian Rp 50.000, langsung turun Rp 35.000, dirumah ada dua kepala yang mesti makan kalau harga garam begini terus susah kita petani garam kasian.” ucapnya

Bukan hanya itu, salah satu memengaruhi turunnya harga garam karena dipasoknya garam dari luar daerah seperti Makassar dan Surabaya, jika ini dibiarkan berlarut-larut, Burhan menganggap ini membunuh petani garam di kota palu.

“Yang jadi masalah juga ini garam-garam dari luar, masuk ke palu, seperti dari Makassar dan Surabaya, salah satunya akibat itu, karena stoknya dorang lebih banyak, dan mungkin harga dari Jawa dan Makassar itu dibawah harga, jadi bisa saja ini membunuh secara halus, dorang matikan petani garam di palu,” ujarnya

Tidak lama lagi di tahun 2020 akan menggelar pesta demokrasi yang dilaksanakan 5 tahun sekali, Burhan pun menitipkan garam buat pilkada 2020, harapannya harga garam bisa stabil dan produksi garam petani kota palu eksistensinya bisa ditingkatkan, bukannya malah mengambil garam dari petani dari daerah lain tapi garam petani sendiri di abaikan lalu dilupakan.

Meskipun sebenarnya Burhan sudah pesimis dengan pemimpin, apalagi baginya saat pencalonan saja mereka itu kasih turun kaca mobil, setelah jadi di tutup rapat-rapat kaca mobil, “jadi dorang pikir, pusing amat sama orang kecil, kan begitu, sapa suru kamu pilih saya, biasa kan orang bilang begitu, gila orang yang mo bilang begitu,”.

Oleh : Miftahul Afdal

Mahasiswa Sosiologi Universitas Tadulako

SOALKAKITA

Recent Posts

Hadapi Kemarau Ekstrem 2026, Bupati Erwin Burase Jemput Bola ke Kementan Amankan Lumbung Pangan Parigi Moutong

​JAKARTA - Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menunjukkan gerak cepat dalam melindungi sektor pertanian…

3 hari ago

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata

Parigi Moutong – Upaya menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban masyarakat kembali dibuktikan jajaran Polres…

3 hari ago

Bupati Parigi Moutong Hadiri Semifinal Piala Gubernur Sulteng, Wujud Dukungan Pemda untuk Berlian Tomoli

Palu - Sabtu, (18/04/2026) Laga semifinal Piala Gubernur Sulawesi Tengah mempertemukan Persigi dengan Berlian Tomoli…

6 hari ago

Bupati Parigi Moutong Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948, Tegaskan Dukungan bagi Kerukunan dan Kegiatan Keagamaan

Parigi Moutong - Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom, menghadiri kegiatan Dharma Santi Hari…

1 minggu ago

Durian Volcano Resmi Diekspor ke Tiongkok, Bupati Erwin Burase Siap Jadikan Parigi Moutong Tulang Punggung Produksi.

​PALU - Komoditas unggulan Sulawesi Tengah kembali menembus pasar internasional. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid,…

1 minggu ago

Menuju Kota Ramah Anak Parigi Moutong Targetkan Lompatan dari Pratama ke Madya

PARIGI MOUTONG - Sebuah langkah strategis untuk masa depan generasi bangsa diambil oleh Pemerintah Kabupaten…

1 minggu ago