Curah Hujan Tinggi, Delapan Desa di Kecamatan Gringsing Terendam Banjir

SOALKAKITA,  BATANG  – Sejumlah Wilayah dikabupaten Batang terendam banjir, curah hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor penyebab banjir di delapan desa, kecamatan Gringsing Kabupaten Batang Jawa Tengah. Senin (13/1).

Dari pantauan wartawan soalkakita.com ditempat kejadian, Batang disejumlah titik lokasi pada Selasa (14/1) pukul 08.30 WIB masih ada beberapa desa yang tergenang banjir dengan ketinggian mencapai 100 cm.

Data yang Bersumber dari PMI dan MRI-ACT ada delapan desa di kecamatan Gringsing yang terdapak banjir akibat curah hujan yang tinggi diantaranya Desa Yosorejo, Desa Sidorejo, Desa Plelen, Desa Kutosari, Desa Mentosari, Desa Kebondalem Desa Gringsing dan Desa Krengseng.

Adapun dampak dari banjir ini mengakibatkan sekitar kurang lebih 1000 rumah terendam banjir dengan ketinggian yang bervariasi.

Diantaranya Desa Sidorejo, Dk. Bendosari berjumlah 350 Rumah, Desa Krengseng, Dk Sidodadi Sekitar 250 Rumah, Yosorejo Utara 200 Rumah dan Yosorejo Selatan 200 rumah.

Kepala Desa Yosorejo, Bapak Prayitno mengatakan, hujan dimulai sekitar jam delapan malam.

“Curah hujan di Desa Yosorejo sendiri tidak begitu tinggi namun untuk daerah atas curah hujan tinggi dan mengakibatkan sungai meluap hingga ke pemukiman warga,” ucapnya.

Titik puncak banjir yang terjadi berasal dari banjir yang meluap hingga pada pemukiman warga sekitar jam dua malam, dan kejadian yang berada di daerah atas sebelum menghantam daerah warga yang dibawah itu sekitar jam Sembilan malam.

“Karena di atas tidak ada serapan air terutama banyaknya galian galian c didaerah atas sehingga air hujan yang semalam dengan intensitas tinggi sehingga air langsung meluncur kebawah, untuk Desa Yosorejo sendiri yang terdampak banjir di Dukuh  Mundu lor dan Dukuh Mundu kidul, cuman areal di persawahan sekitar empat puluh hektar yang terkena dampak dari banjir ini.” Ungkapnya.

Menurut keterangan warga sekitar, banjir yang sudah tiga kali terjadi dalam kurun waktu seminggu. Namun yang menjadi puncak terparah adalah banjir saat itu.

BATANG 

MRI-ACT

Reporter : KHAIRUL UMAR (soalkakita.com)

SOALKAKITA

Recent Posts

Kejati  Sulteng Dan Pemkab Parigi Moutong Panen Raya Jagung Di Desa Lobu Mandiri, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional.

PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah melaksanakan Panen Raya…

12 jam ago

Final Check Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Erwin–Sahid, Pemkab Parigi Moutong Matangkan Persiapan.

PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar rapat final check persiapan kegiatan Refleksi Satu…

12 jam ago

WABUP PARIGI MOUTONG HADIRI RESEPSI MILAD AISYIYAH KE-109, TEKANKAN PENTINGNYA DAKWAH KEMANUSIAAN DAN PERDAMAIAN

PARIGI MOUTONG - Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid, menghadiri Resepsi Milad Aisyiyah ke-109…

13 jam ago

Pemkab Parimo Gelar FGD Percepat Penurunan Kemiskinan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah di Daerah Terpencil

 Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah strategis…

7 hari ago

Buka Rakor NTPD 112, Bupati Erwin Burase Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

PARIGI MOUTONG - Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Layanan…

7 hari ago

Tampil Memukau dengan Batik Motif Saga, Kafilah Parigi Moutong Unjuk Gigi di MTQ Sulteng ke-XXXI

​SIGI - Semangat kebersamaan dan kekayaan budaya Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terpancar nyata dalam pembukaan…

1 minggu ago