LBH Laskar Keadilan, Siap Mendampingi Empat Dokter Tersandung Pemutusan Kontrak

Reporter: Akbar Lehalima

SOALKAKITA, Parigi Moutong- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Laskar Keadilan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah siap mendampingi Empat dokter rumah sakit tombulututu Tersandung Pemutusan Kontrak (PK)

Ditengah bencana pandemi Covid-19, sayangnya pihak RSUD terlalu cepat melakukan pemutusan hubungan kerja bagi Empat tenaga medis yang dibutuhkan dalam masa darurat Covid-19.

Hal itu diungkap, Ketua bidang Advokasi Laskar Keadilan, Hartono SH,.MH. saat ditemui Soalkakita.com diruang kerjanya mengatakan, pemutusan kontrak empat dokter tidak lazim dalam masa pandemi Covid-19.    

“Dalam kondisi Pandemi Covid-19 seharunsya pihak RSUD raja tombulututu tidak serta-merta melakukan Pemutusan Kontrak dan pemberhentian tenaga medis dalam masa bencana pandemi yang sangat membutuhkan jasa mereka untuk bekerja,”ungkapnya.

“Dilansir dari Berita Sulteng.com dari Empat dokter yang di PHK, dr.Mohammad Awit, dr.Ince Rizky Amalia, dr. Supriadi dan dr.Suryadi.

Berdasarakan surat Nomor 800/05.46/RSUD/2020, tanggal 28 mei yang dikeluarkan tertanda tangan  direktur RSUD Raja Tombolotutu dr.Rustam Mangga, Sehubungan dengan adanya rasionalisasi anggaran di RSUD Raja Tombolotutu Tinombo, maka kemampuan keuanga RSUD Raja Tombolotutu tidak dapat lagi membiayai insentif  maupun gaji dokter umum yang di kontrak di RSUD Raja Tombolotutu Tinombo, untuk itu kami memberitahukan kepada saudara/i bahwa keuangan RSUD Raja Tombolotutu Tinombo hanya dapat memabayar kontrak dan insentif dokter umum tenaga kontrak hanya sampai dengan bulan Mei tahun 2020. Sehubungan dengan hal tersebut maka kami beritahukan kepada saudara/i  dengan sangat menyesal kami akan mengakhiri kontrak hanya sampai dengan bulan Mei tahun 2020.

Untuk itu Hartono, menilai surat Nomor 800/05.46/RSUD/2020,tertanggal 28 Mei hanya tidak berkecukupan anggaran, merelakan kontrak berprofesi dokter dengan sambutan kata penyesalan yang di ucapakan direktur RSUD Raja Tombolotutu.

Lanjut dia, semestinya pemerintah harus menilai tentang pemutusan hubungan kontrak yang dilakukan pihak RSUD Raja Tombolotutu yang tidak mempertimbangkan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

Dia menambahkan, Lembaga Bantuhan Hukum (LBH) Laskar Keadilan Parigi Moutong akan siap mendampingi jika diperlukan dokter yang tersandung Pemutusan hubungan Kontrak umum dan pemberhentian tenaga medis,”pungkasnya.

SOALKAKITA

Recent Posts

Hadapi Kemarau Ekstrem 2026, Bupati Erwin Burase Jemput Bola ke Kementan Amankan Lumbung Pangan Parigi Moutong

​JAKARTA - Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menunjukkan gerak cepat dalam melindungi sektor pertanian…

4 hari ago

Polres Parigi Moutong Gelar Gerakan Pangan Murah, 300 Kg Beras Diserbu Warga—Harga Terjangkau Jadi Solusi Nyata

Parigi Moutong – Upaya menjaga stabilitas pangan dan meringankan beban masyarakat kembali dibuktikan jajaran Polres…

4 hari ago

Bupati Parigi Moutong Hadiri Semifinal Piala Gubernur Sulteng, Wujud Dukungan Pemda untuk Berlian Tomoli

Palu - Sabtu, (18/04/2026) Laga semifinal Piala Gubernur Sulawesi Tengah mempertemukan Persigi dengan Berlian Tomoli…

1 minggu ago

Bupati Parigi Moutong Hadiri Dharma Santi Nyepi 1948, Tegaskan Dukungan bagi Kerukunan dan Kegiatan Keagamaan

Parigi Moutong - Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, S.Kom, menghadiri kegiatan Dharma Santi Hari…

1 minggu ago

Durian Volcano Resmi Diekspor ke Tiongkok, Bupati Erwin Burase Siap Jadikan Parigi Moutong Tulang Punggung Produksi.

​PALU - Komoditas unggulan Sulawesi Tengah kembali menembus pasar internasional. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid,…

1 minggu ago

Menuju Kota Ramah Anak Parigi Moutong Targetkan Lompatan dari Pratama ke Madya

PARIGI MOUTONG - Sebuah langkah strategis untuk masa depan generasi bangsa diambil oleh Pemerintah Kabupaten…

1 minggu ago